24 November 2009

DASAR-DASAR PEMROSESAN KOMPUTER

Posted in Uncategorized at 9:05 am by Andami Fardela Jacob

DEFINISI KOMPUTER

Komputer adalah sebuah peranti (perangkat) yang dapat diletakkan pada sebuah meja atau dipasang pada sebuah pacemaker didekat jantung anda. Ia dapat menempati sebuah ruang. Komputer memiliki empat fungsi penting yaitu input, pemrosesan, penyimpanan, dan output. Komputer bisa berukuran sembarang dan dapat diletakkan dihampir semua tempat.

1. INPUT

Input mengarah kepada tindakan mentransfer instruksi atau data ke dalam komputer. Data adalah kumpulan fakta dan gambar yang belum diproses, seperti nama dan alamat, atau item yamg sudah dibeli. Keyboard dan mouse adalah contoh peralatan input.

Alat – alat Input

  • Keyboard
  • Alat pengeras suara / spiker.
  • Mesin penangkap data :

– Scanners / unit pembaca optis.

– Keuntungan harga.

2.PEMROSESAN

Komputer memanipulasi data sesuai dengan kumpulan instruksi. Hasilnya adalah informasi, data yang disusun dalam cara yang bermanfaat. Manipulasi data ini dikenal dengan istilah pemrosesan. Kumpulan instruksi khusus untuk menyelesaikan sebuah tugas yang dapat diikuti/dilakukan oleh komputer disebut algoritma. Penulisan algoritma untuk komputer disebut pemrograman, dan komputer yang dapat mengubah program dinamakan programmable.

3.PENYIMPANAN

Komputer harus memiliki kemampuan untuk menyimpan data dan instruksi sementara ia memproses data. Jenis penyimpanan ini dikenal sebagai penyimpanan primer atau memori.

1. Penyimpanan Primer (Memori)

Ada dua jenis memori pada sebuah komputer:

1. Erasable programmable read only memory (EPROM)

Jenis memori ini berisi instruksi-instruksi yang digunakan oleh komputer ketika ia memulai (start up) dan berkomunikasi dengan komponen–komponen internalnya.

2. Random access memory (RAM)

Prosesor memanggil data dari memori, memproses, dan mengembalikannya ke memori. RAM dirancang agar sesuai dengan prosesor, dan waktu yang diperlukan untuk membaca atau menulis data ke dalam prosesor di ukur dengan nonsecond, miliar/detik. Kapasitasnya diukur dengan megabyte.

 

2. Penyimpanan Sekunder

Ada tiga jenis perangkat penyimpanan sekunder, yang dikelompokkan menurut teknologi yang digunakan untuk menyimpan data.

1. Media Magnetik

Membungkus material magnetik pada sebuah disk dapat merekam dan menyimpan data dengan menarik titik kecil pada disk dalam suatu arah atau sebaliknya.

2. Media Optik

Data dapat direkam dalam bit kecil pada permukaan disk.

3. Flash Memory

Tidak seperti memory magnetik atau optik, flash memory tidak mempunyai bagian-bagian yang bergerak/berpindah.

Alat-alat Penyimpanan

  • Pita atau disk pengemudi.
  • Penyimpanan sequensial.
  • Penyimpanan cocok / random.
  • Kapasitas tinggi seperti DVD, CD-ROM, CD-RW, Zip, Jaz.

4. OUTPUT

Output dikenal juga sebagai hasil dari pemrosesan atau sebuah proses. Output harus dilaporkan kepada pengguna dengan menggunakan beberapa cara. Monitor dan printer adalah contoh perangkat output.

Alat-alat output

  • Tampilan

– Monitor ( Resolasi, Pixel, Grafix User Interface / GUI)

– CGA, EGA, VGA, SVGA

  • Printer / cetakan

– Kecepatan

– Kwalitas

– Ketukan / Nonketuk (semprot/leser)

IKHTISAR

Fungsi sebuah komputer dan hubunganya satu sama lain dapat dipahami dengan mengikuti arus data ketika ia bergerak melalui komputer. Untuk bisa menghasilkan informasi yang tertata dan bermanfaat, ada beberapa event atau tahap dalam urutan tertentu.

  • Ø Input

Operator mengetikkan kata, angka, atau perintah pada keyboard atau menggunakan mouse untuk menujuk pada layar dan mengklicknya.

  • Ø Penyimpanan Primer

Data, program, dan perintah disimpan didalam RAM

  • Ø Pemprosesan

Prosesor memanipulasi data menurut sebuah program dan perintah yang disediakan oleh operator.

  • Ø Penyimpanan Primer

Hasil pemrosesan disimpan ke dalam RAM.

  • Ø Output

Data yang telah diproses ditransfer dari memory ke monitor atau printer.

  • Ø Penyimpanan sekunder

DASAR-DASARNYA :

  • Perangkat Keras

– Prosesor, Memori, Penyimpanan.

– Masukan, Pemakaian, Keluaran

  • Perangkat Lunak.

– Sistim

– Aplikasi (penerapan)

  • Berubah dengan cepat.

 

23 November 2009

CBIS

Posted in Uncategorized at 1:02 pm by Andami Fardela Jacob

  1. Pengertian Computer Based Information System (CBIS) Computer Based Information System (CBIS) atau yang dalam Bahasa Indonesia disebut juga Sistem Informasi Berbasis Komputer merupakan sistem pengolah data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan. Beberapa istilah yang terkait dengan CBIS yang akan dibahas pada bagian ini antara lain adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan “basis komputer” sebagai kata kuncinya. Berikut juga akan disampaikan pengertian informasi dari berbagai sumber.
  • >> Data adalah deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi.Jadi pada intinya, data merupakan kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian dan merupakan kesatuan nyata yang nantinya akan digunakan sebagai bahan dasar suatu informasi.
  • >> “Informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang berguna bagi penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan saat ini atau mendatang,” (Davis,1999:28). “informasi adalah data yang telah diproses, atau data yang memiliki arti,” (McLeod, 2001:15). Berdasarkan pengertian seperti tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa informasi merupakan hasil dari pengolahan data menjadi bentuk yang lebih berguna bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian nyata dan dapat digunakan sebagai alat bantu untuk pengambilan suatu keputusan.
  • >> “Sistem adalah suatu integrasi elemen-elemen yang semuanya bekerja menuju satu tujuan. Semua system meliputi tiga elemen utama: input, transformasi, dan output,” (McLeod, 2001:25).
  • >> “Sistem Informasi adalah sistem pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya, sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya,”(Wahono, 2003:2).
  • >> “Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya computer,” (Wahono,2003:2).

2. Mengelola CBIS

  • Manajer bertanggung jawab untuk mengembangkan dan memelihara CBIS
  • Dlm beberapa situasi manajer hrs dpt mengerjakan semua tugas tanpa bantuan.
  • Spesialis informasi memberikan bantuan teknis jika diperlukan.
  • CBIS akan dikembangkan manajer harus merencanakan life cycle dan kemudian mengontrol para spesialis.
  • Mengontrol sumber CBIS untuk menjaga penampilan sistem dengan segala kemampuan, setelah implementasi.

Agar suatu perusahaan dapat bersaing dalam memperkenalkan suatu produk berupa barang ataupun jasa yang ingin di launching dan di distribusikan kepada konsumen keberbagai belahan dunia, maka dibutuhkan sistem informasi yang tepat, akurat, dan terkini tentang kegiatan-kegiatan dalam setiap komponen-komponen perusahaan. System yang tepat, tentunya akan membuat informasi yang cepat pula, dalam keakuratan sasaran yang tepat dan diandalkan terhadap kualitas dan kemampuan perusahaan dalam menentukan keputusan-keputusan yang strategis. Dengan begitu perusahaan dapat bersaing lebih tinggi lagi ketingkat yang lebih tinggi yaitu Go Internasional.

DAFTAR PUSTAKA

Davis, Gordon. B, 1999, Kerangka Dasar Sistem Informasi Manajemen, , alih bahasa Andreas S. Adiwardana, PT.Ikrar Mandiriabadi, Jakarta.

McLeod Jr, Raymond, 2001, Sistem Informasi Manajemen, Jilid 1, PT.Prenhallindo, Jakarta.

McLeod Jr, Raymond, 2001, Sistem Informasi Manajemen, Jilid 2, PT.Prenhallindo, Jakarta.

Wahono,Teguh, 2003, Computer Based Information System(CBIS), http://www.ilmukomputer.com.

Tragedy Film 2012

Posted in Uncategorized at 5:09 am by Andami Fardela Jacob

Selasa , 17 November 2009. Guw sudah punya niat buat nonton film 2012 di margo platinum. Jam 12 teng niat guw ke margo pengen beli tiket dulu, siapa tau bisa dapat yang sore. Soalnya denger-denger tuh film ngantrinya panjang. Yang ngantri sore aja belum tentu bisa dapat yang jam malam. Bisa-bisa kedapetan yang midnight. Baru nyampai di depan bioskop, apa yang pertama kali guw liat??? Antrian panjang dua baris sampai depan pintu bioskopnya!! Haa.. turun lagi deh guw buat mengurungkan niat ngantri panjang gitu. Lagi pula guw masih harus kuliah i-lab jam setengah satu.

Selesai guw kuliah jam 2. Guw langsung pergi ke margo lagi masih berharap dapet tiket buat ntar malam (bukan midnight). Antriannya dah cukup berkurang si, alias dah ga panjang lagi kayak yang tadi siang guw lihat. Guw fikir bakalan dapat nih yang tar sore. Ternyata eh ternyataaaaa.. di deket mba-mba yang jualan tiket ada tulisannya. “Tiket yang jam 12.30, 15.15, 18.45 habis”. Ya ampun.. padahal udah dibuka 2 studio di sana. Parrah..  alhasil, guw ga jadi nonton. Dah ga mood lagi buat nonton di bioskop. Ujung-ujungnya guw nonton di DVD deh.. yaa walaupun sound effect nya masih kurang menegangkan dibanding nonton di bioskop.. tapi ada kepuasan tersendiri, ternyata guw bisa nonton tanpa harus ngantri panjang.. n_n

Beasiswa Bank DKI

Posted in Uncategorized at 5:03 am by Andami Fardela Jacob

Tepatnya tanggal  28 September 2009 sudah masuk minggu ketiga kuliah di semester 5. Harusnya aku masuk kuliah, tapi berhubung aku ikut workshop, jadi ga bisa ikut 4 mata kuliah. Pas banget hari itu juga perut aku sakit (*biasa wanita). Masih sempat-sempatnya ikut workshop di lantai 4 pula. Untungnya di gedung workshop ada lift. Jadi sedikit mengurangi beban aku (*ga bakal kebayang deh lagi sakit perut naik ke lntai 4 pakai tangga pula). Sekitar jam 2 kurang di tengah-tengah jam workshop aku dapat telefon dari Bidang Kemahasiswaan Gunadarma. Ada sedikit info kalau permintaan Beasiswa BBM aku dialihkan ke Beasiswa Bank DKI dan masih harus menambah beberapa persyaratan. Berhubung persyaratan aku masih kurang, aku harus turun ke lantai 2 buat liat persyaratan apa aja yang masih kurang. Udah dapet persyratannya, sempet cengo (* kayak orang bingung), kok jadi ribet gini persyaratannya???? Udah gitu semua berkas-berkasnya harus diserahkan besok (29-09-09) jam 14.00 p.m. Haaa.. lengkap hari itu!! (* pala pusing, perut sakit). Kebetulan banget teman aku, Noni juga bareng sama aku dapat beasiswanya.

Mulailah aku mengurus semua berkas-berkasnya satu per satu setelah pulang dari workshop. Mulai dari ngetik surat-surat pernyataan, minta surat keterangan dari kantor rt/rw, cuci foto, fotokopi KTP, KTM. Hufh, akhirnya selesai malam itu juga. Tapi masih ada 1 surat lagi yang harus cepat-cepat diurus besok pagi, SKCK. Kayaknya bakalan ribet ngurus surat yang satu ini. Pagi-pagi (29-09-09) sekitar jam 08.30 a.m, aku ke kantor lurah buat ngurus SKCK. Tumben-tumbenan di kantor lurah bisa ramai banget. Hmmph,, ada apa yaa.. Jadi lama aku di kantor lurah cuma buat ngurus satu surat doank. Selesai dari lurah, pengennya langsung ke kepolisian Jatinegara, tapi KK (Kartu Keluarga) aku ketinggalan di rumah. Hufh, harus balik ke rumah lagi ngambil KK. Dari rumah langsung nyari tukang ojeg yang mau nganterin ke jatinegara (* ngejar waktu soalnya). Sampai di Jatinegara, jam 11.00 a.m. Masuk ke kantor polisi sambil lari-lari sama Noni. Belum sampai di ruangan yang aku tuju, rombongan orang-orang udah pada ngantri panjang. Ternyata waktu aku bener-bener ga pas datang ke kantor polisinya. Berbarengan sama orang-orang mau daftar jadi PNS. Hyaaa… Banyak ajah yang mau jadi PNS.. mau ga mau kita berdua masuk ke ruangan yang pengap. Hufh!!

Berkas-berkas aku masih kurang lengkap. Terpaksa harus aku urus lagi sebelum mendaftarkan diri buat SKCK. Cari tempat fotokopian. Udah ketemu, aku langsung cuci foto, dan fotokopi KTP. Baru nyampe sana aja antriannya panjang gara-gara para calon PNS mau daftar. Terpaksa lah aku nunggu. Jam 12.00 semua baru selesai. Udah nyampai di kantor polisi lagi, buru-buru lah kita ambil berkas-berkas pendaftarannya. Belum selesai, kita disuruh cap 10 jari. Itu aja antriannya udah panjang, ngantri di ruangan yang sempit, sumpek banget, bau. Haa.. segala macem ada di situ, mending SKCK nya bias jadi hari itu juga. Jadinya 2 hari setelah pendaftaran. Ngebuat aku jadi putus asa. Waktu kita berdua udah ga keburu lagi, kita langsung tinggalin cap jari nya. Semoga aja masih boleh dikasih berkas-berkasnya besok pagi.

Sampai di kampus D buat serahin berkas seadanya, orangnya bilang gapapa klo memang mau besok SKCK nya nyusul. Dewi fortuna datengnya pas hari esoknya. Tanggal 29 September segala urusan aku dipermudah. Dari ngurus surat-suratnya, mohon-mohon supaya SKCK nya langsung jadi h ari itu juga, cap 10 jari. Semuanya beres dalam 30 menit. Sudah selesai semuanya, kita berdua ;angsung ke kampus D lagi buat nyerahin berkas yang masih ketinggalan.

Beberapa bulan kemudian kita ga pernah lagi dapat kabar soal pengumuman beasiswa Bank DKI. Dan ternyata, setelah kita cari tahu informasinya, pengumumannya tahun depan, bulan Januari tahun 2010. Haha. Nunggu lagi deh.. semoga aja dapet.. aminn..

15 November 2009

Tugas SIM

Posted in Uncategorized at 12:35 pm by Andami Fardela Jacob

Artikel ini menjelaskan pembuatan suatu aplikasi perangkat lunak yang memanfaatkan infrastruktur jaringan komputer intranet untuk keperluan manajemen organisasi, khususnya dalam sistem penggajian yang merupakan bagian/subsistem dari Sistem Infromasi Sumber Daya Manusia. Dengan menggunakan arsitektur Three Tier berbasis teknologi web dan didukung dengan perangkat-perangkat yang bersifat Open Source (Sistem Operasi LINUX, Web Server Apache, Database Server PostgreSQL, Bahasa Pemrograman PHP dan PdfLib Lite Library), sistem ini dapat diakses dengan mudah melalui web browser oleh komputer client. Selain bertujuan untuk meningkatkan penggunaan intranet yang ada, sistem ini diharapkan dapat membantu mempercepat proses kerja bagian administrasi penggajian dalam perhitungan dan pembuatan rincian gaji para pegawai, pembuatan laporan dengan format standar, serta pencarian data yang berhubungan dengan masalah gaji.
Pendahuluan
Sistem Informasi Manajemen dibangun untuk mendukung proses yang berjalan dalam organisasi, dimana tercakup didalamnya antara lain : proses perencanaan, pengorganisasian dan pengendalian. Secara akurat Sistem Informasi Manajemen harus dapat memberikan informasi mengenai kondisi riil organisasi. Salah satu bagian dari Sistem Informasi Manajemen yang penting adalah Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM), karena sumber daya manusia merupakan aset yang sangat berharga bagi organisasi.
Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan pilar fungsi utama organisasi dalam mendukung pola penentuan strategi dan kebijakan secara terpadu. Keputusan-keputusan sumber daya manusia yang sehat harus didukung oleh informasi mengenai sumber daya manusia yang baik. SISDM merupakan prosedur sistematik untuk mengumpulkan, menyimpan, mengambil dan memvalidasi data oleh organisasi mengenai sumber daya manusia, dan kegiatan-kegiatan personalia.
Secara umum tujuan dari penelitian ini adalah membangun SISDM secara online yang dapat diterapkan pada semua unit kerja LIPI dengan memanfaatkan jaringan komputer intranet yang telah ada. Keseluruhan sistem yang dibangun terdiri dari beberapa bagian/subsistem, meliputi : modul administrasi biodata pegawai, modul perencanaan dan pengembangan pegawai, modul penggajian, modul pencatatan kehadiran pegawai dan modul pelayanan informasi pegawai.
Dalam artikel ini akan secara khusus dibahas mengenai perancangan dan implementasi dari salah satu subsistem dari SISDM diatas, yaitu Modul Penggajian.
Sistem Penggajian
Sistem Penggajian merupakan fungsi penting yang menjadi tanggungjawab Manajemen Sumber Daya Manusia. Gaji merupakan kembalian-kembalian finansial yang diterima oleh para pegawai sebagai ganti kontribusi mereka terhadap organisasi. Sistem Penggajian adalah proses yang menentukan tingkat penggajian pegawai, memantau atau mengawasi, mengembangkan serta mengendalikan gaji pegawai [MIC95]. Modul Penggajian yang dibangun dalam penelitian ini mengacu pada aturan Sistem Penggajian Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berlaku di Indonesia, dimana struktur gaji terdiri dari beberapa komponen, yaitu gaji pokok, tunjangan keluarga yang terdiri dari tunjangan istri/suami dan tunjangan anak, tunjangan jabatan fungsional atau jabatan struktural, tunjangan beras, pajak penghasilan (PPh), iuran wajib pegawai IWP, potongan lain-lain (seperti sewa rumah dinas, potongan tugas belajar luar negeri, dan lainnya) dan pembulatan gaji ke kelipatan seratus.
Nilai gaji pokok ditentukan oleh golongan ruang kepangkatan, masa kerja dan status kepegawaian. Tunjangan keluarga dihitung berdasarkan gaji pokok, yaitu lima persen untuk tunjangan istri/suami dan dua persen untuk tunjangan masing-masing anak. Nilai IWP adalah sebesar sepuluh persen dari penjumlahan gaji pokok dan tunjangan keluarga. Selain gaji pokok, komponen-komponen gaji yang digunakan dalam perhitungan PPh adalah tunjangan keluarga, tunjangan jabatan, tunjangan beras, pembulatan gaji dan PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak). Perhitungan PPh tersebut adalah sebagai berikut:
>>dimana nilai penghasilan dari formula di atas adalah penjumlahan dari gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan, tunjangan beras dan pembulatan gaji.
Selain informasi gaji, keluaran dari Modul Penggajian ini adalah laporan bulanan penggajian yang digunakan untuk pengajuan gaji pegawai kepada KPKN (Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara). Laporan bulanan ini terdiri dari : daftar komposisi pegawai PNS/CPNS dan jumlah keluarganya, daftar PPh masing-masing pegawai, daftar nama-nama pegawai yang mendapatkan tunjangan jabatan, daftar rincian gaji pegawai per golongan berikut rekapitulasi gaji per lembar laporan, dan rekapitulasi keseluruhan gaji per golongan. Selain laporan bulanan untuk KPKN, Modul Penggajian yang dibuat juga harus dapat membuat daftar rincian gaji per pegawai untuk keperluan internal unit kerja.
Perangkat Pendukung
Pembangunan SISDM ini didukung oleh perangkat-perangkat yang bersifat open source, yang pada era teknologi informasi saat ini penggunaannya semakin meningkat di dunia pemrograman dan pengembangan perangkat lunak. Perangkat open source yang digunakan pada pembangunan sistem ini adalah Sistem Operasi LINUX, Web Server Apache, Database Server PostgreSQL, Bahasa Pemrograman PHP dan PdfLib Lite Library. Dengan menggunakan arsitektur Three Tier yang didukung oleh perangkat-perangkat tersebut diatas, sistem ini mempunyai keunggulan dalam hal efektifitas sistem keamanan database, biaya overhead dan unjuk kerja dari aplikasi yang dihasilkan.
LINUX merupakan sistem operasi yang kompatibel dengan UNIX yang berisi kernel dan sekumpulan program-program aplikasi lain. Sistem operasi ini telah terbukti kestabilannya dan memenuhi sejumlah kriteria kualitas yang ada. Apache adalah web server yang bejalan pada LINUX dengan kualitas yang baik dan kemudahan dalam instalasi. Bahasa pemrograman PHP digunakan untuk membuat aplikasi tyang diljalankan di atas teknologi web. Proses aplikasi ini secara keseluruhan dikerjakan di web server dan akan memberikan hasil pada web browser. Database Server PostgreSQL dibuat untuk memenuhi kebutuhan database server yang bersifat open source. Selain menawarkan fitur standar bahasa SQL (Structured Query Laguage), database server ini memberikan fitur tambahan berupa class, inheritance, type dan function, sehingga database ini termasuk dalam kelompok ORDBMS (Object Relational Database Management System). Fitur penting lain yang dimiliki PostgreSQL antara lain : constraint, triggers, rule dan transaction integrity yang memberikan kemudahan dalam proses implementasi. PdfLib Lite merupakan library yang berisi kumpulan fungsi-fungsi dalam PHP untuk membuat dokumen dalam format standar PDF (Portable Document Format). Format file PDF bersifat cross platform, dapat dibuka pada berbagai sistem operasi. Format file PDF telah umum digunakan di dunia internet sebagai standar format dokumen yang siap cetak dengan ukuran file yang kecil.
Perancangan
Rancangan Basis Data
Basis data yang dirancang untuk Modul Penggajian menyimpan data-data antara lain : golongan ruang kepangkatan, biodata pegawai, daftar gaji pokok, penanggungjawab penggajian, daftar PTKP, tunjangan wajib, tunjangan jabatan, potongan wajib, potongan khusus pegawai, dan rincian komponen gaji. Relasi dari data-data tersebut dapat dilihat dari hubungan tabel-tabel pada gambar berikut :
Tabel Tunjangan Wajib berisi data-data yang berhubungan dengan tunjangan keluarga dan tunjangan beras. Potongan bantuan perumahan dan iuran wajib pegawai, disimpan pada tabel Potongan Wajib. Besarnya potongan bantuan perumahan ditentukan oleh golongan ruang. Tabel Potongan khusus menyimpan data potongan-potongan gaji dimana datanya berbeda untuk setiap pegawai. Data pada tabel Tunjangan Wajib dan Potongan Wajib berlaku sama untuk semua pegawai, tetapi untuk tabel Potongan khusus, data berbeda untuk masing-masing pegawai. Tabel Golongan dan Biodata Pegawai dalam Modul Penggajian ini berfungsi sebagai tabel referensi. Pengelolaan kedua tabel tersebut dilakukan pada Modul Administrasi Biodata Pegawai. Tabel Rincian Gaji merupakan tabel turunan hasil pengambilan dan perhitungan data yang diperoleh dari tabel-tabel lainnya. Tabel ini dibuat untuk memudahkan pembuatan format-format standar keluaran Modul Penggajian ini.
    Rancangan Software Aplikasi
Dalam merancang software aplikasi diperlukan perangkat perancangan DFD (Data Flow Diagram). Perangkat ini digunakan untuk menjelaskan software aplikasi sebagai jaringan kerja antar proses-proses yang berhubungan satu sama lain. Pada diagram ini ditunjukkan bagaimana aliran data dari satu proses ke proses lain atau ke tempat penyimpanan data. DFD dibuat secara bertingkat, dimana suatu proses akan dijelaskan secara rinci pada DFD tingkat yang lebih tinggi [KEN95]. Gambar berikut adalah DFD tingkat 1 dari Modul Penggajian :
Pada SISDM setiap user login mempunyai tipe user yang menentukan hak akses terhadap modul-modul yang ada. Untuk dapat menjalankan Modul Penggajian ini, operator harus terlebih dahulu melakukan login dengan user id dan password dengan tipe user sesuai untuk mengakses modul ini. Setelah melalui proses validasi login, operator yang mempunyai hak akses terhadap modul ini dapat menjalankan proses-proses untuk memanipulasi, menyeleksi, menghitung data yang berhubungan dengan masalah penggajian, dan membuat laporan dalam format PDF yang dapat dicetak melalui printer. Proses manipulasi data terdiri dari proses menambahkan, menyunting/mengubah data dan menghapus data. Data yang tersimpan dalam basis data dapat ditampilkan pada layar monitor secara keseluruhan dari suatu tabel (operasi melihat data) atau dengan menyeleksi data berdasarkan kata kunci tertentu (operasi mencari data). Untuk mendapatkan keluaran data rincian gaji seorang pegawai atau membuat keluaran berupa laporan yang dapat dicetak, modul ini harus melakukan perhitungan terhadap masing-masing komponen gaji.
Implementasi
Tahap implementasi dimulai dengan membuat basis data dalam PostgreSQL dengan mengkonversikan rancangan basis data menjadi tabel-tabel data, manambahkan batasan-batasan integritas, membuat fungsi-fungsi yang diperlukan dan membuat view untuk menggabung beberapa tabel. Software aplikasi dibuat dalam bahasa PHP untuk mengakses basis data yang telah dibuat sebelumnya. Proses perhitungan data penggajian merupakan proses penting dalam modul ini, berikut adalah bagian program yang melakukan proses perhitungan tersebut.
Tampilan utama dari Modul Penggajian dapat dilihat pada Gambar 5.2. Tampilan ini muncul pada layar setelah operator login ke SISDM, dimana login tersebut mempunyai tipe sebagai adminstrator penggajian. Menu utama dari modul ini terdiri dari operasi-operasi : menambah data, melihat data, mencari data, membuat laporan dan logout. Mengubah dan menghapus data dapat dilakukan setelah operator melakukan operasi melihat data atau mencari data, seperti yang ditunjukkan pada.
Data rincian gaji pegawai dapat dilihat melalui halaman web atau melalui dokumen PDF yang dapat dibuka melalui web browser. Gambar 5.4. menunjukkan tampilan dari data rincian gaji yang dibuka melalui halaman web. Laporan bulanan untuk KPKN sebagai keluaran utama dari modul ini, dibuat dalam bentuk dokumen PDF. Dokumen ini dapat dicetak dalam ukuran kertas yang dapat disesuaikan. Laporan ini tersusun dari beberapa halaman dengan berbagai macam data seperti yang telah dijelaskan pada Bab 2. Gambar 5.5 memperlihatkan salah satu halaman dari laporan bulanan tersebut.
Penutup
Modul Penggajian yang dibuat diharapkan dapat mendukung kegiatan administrasi kepegawaian, khususnya masalah penggajian. Administrasi penggajian yang sebelumnya dilakukan secara manual pada komputer stand-alone, akan lebih mudah dikelola dengan adanya modul ini. Data penggajian dapat diakses secara on-line melalui komputer yang terhubung ke intranet tanpa ketergantungan pada platform tertentu. Dengan tersimpannya data pada database yang terhubung pada server maka proses perubahan dan pencarian data akan lebih mudah dan lebih cepat. Arsitektur Three Tier berbasis teknologi web yang digunakan dalam sistem ini memberikan kemudahan dalam perubahan, pemeliharaan ataupun perbaikan software aplikasi.
Modul penggajian ini belum merupakan sistem yang sempuna secara keseluruhan, sehingga dibutuhkan penyempurnaan secara berkesinambungan sesuai dengan kebutuhan. Untuk pengembangan lebih lanjut, pada sistem ini perlu ditambahkan fungsi-fungsi yang mengelola komponen kompensasi selain gaji, seperti honor, insentif atau bonus yang berlaku di lingkungan internal unit kerja.
 
Sumber: http://www.informatika.lipi.go.id
 Daftar Pustaka
1. [KEN95] Kendall Kenneth E., Kendall Julie E., Systems Analysis and Design, Prentice Hall, 3rd Edition, 1995
2. [SIM97] Simamora Henry, Manajemen Sumber Daya Manusia, Bagian Penerbit STIE YKPN, Edisi Keuda, 1997
3. [MIC95] Michael Amstrong, Helen Murlis, Sistem Penggajian, PT. Pustaka Binaman Pressindo, 1995
4. [BAD02] Badan Kepegawaian Negara, Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah RI tentang Kepegawaian (Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara), BP. Cipta Jaya, Jakarta, 2002.
5. [MED03] PT. Medal Darma Buana, Pengembangan Intranet LIPI. Pengumpulan dan Analisi Data Sistem Informasi Sumber Daya Manusia, 2003