4 January 2010

Peranan SI dan Perencanaan SI Dalam Organisasi

Posted in Uncategorized at 6:14 am by Andami Fardela Jacob

Raghunathan dan Raghunathan (1990) melakukan penelitian mengenai implikasi perencanaan dari SI strategic grid. Mereka menginvestigasi sifat kontijen dari enam variabel perencanaan SI dalam konteks relevansi stratejik SI suatu organisasi. Mereka mengidentifikasi perbedaan perencanaan SI untuk setiap kuadran dalam strategic grid terhadap 187 organisasi yang menjadi responden dalam penelitian mereka. Dengan menggunakan ANOVA, hasil penelitian mereka mengkonfirmasikan beberapa prediksi dari McFarlan et al. (1983) yang menunjukkan bahwa secara umum terdapat dukungan empiris untuk rerangka strategic grid dan terdapat perbedaan dalam aspek perencanaan di antara organisasi, tergantung pada lingkungan SI organisasi tersebut dalam strategic grid.
Raghunathan dan Raghunathan (1990) juga melakukan analisis lebih lanjut mengenai hasil penelitian mereka yang menunjukkan bahwa perbedaan tersebut lebih jelas untuk dimensi masa yang akan datang daripada untuk dimensi saat ini. Interpretasi mereka mengenai ini bahwa jika kita melakukan penelitian mengenai perencanaan, sifat kontijen dari perencanaan lebih baik ditekankan dalam lingkungan SI masa yang akan datang daripada dalam lingkungan SI saat ini. Dalam rerangka strategic grid, lingkungan SI strategic dan turnaround (yang mempunyai dampak stratejik yang tinggi pada dimensi masa yang akan datang) kemungkinan sama satu sama lain dan berbeda dari dua lingkungan lainnya (support dan factory). Hal ini menunjukkan bahwa perbedaan seharusnya lebih jelas antara tinggi dan rendah dimensi masa yang akan datang daripada antara
tinggi dan rendah dimensi saat ini. Hasil penelitian mereka juga menunjukkan bahwa perbedaan rata-rata untuk
semua aspek perencanaan lebih besar pada kuadran strategic dan support. Karena itu, mereka juga melakukan uji-t untuk membuktikan perbedaan kedua kuadran tersebut dilihat dari aspek perencanaan SI dan hasilnya secara signifikan menunjukkan perbedaan tersebut. Implikasi penelitian mereka menekankan pada sifat kontijen perencanaan SI dan kebutuhan untuk menyesuaikan aspek perencanaan SI dengan peranan SI dalam organisasi.
Premkumar dan King (1992) memperluas penelitian yang telah dilakukan oleh Raghunathan dan Raghunathan (1990). Mereka menambahkan 7 variabel perencanaan SI, menggabungkan 2 variabel perencanaan SI, dan membuang satu variabel perencanaan SI sehingga menjadi 11 variabel perencanaan SI yang dibaginya ke dalam tiga karakteristik, yaitu karakteristik perencanaan, karakteristik organisasional, karakteristik kinerja perencanaan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Raghunathan dan Raghunathan (1990), Premkumar dan King (1992) menggabungkan kuadran strategic dengan turnaround dan kuadran support dengan factory dalam menganalisis data. Mereka menggunakan t-test dan chisquare dalam melakukan analisis terhadap 249 sampel dan hasilnya menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam karakteristik perencanaan, organisasional, dan kinerja dari perencanaan SI di antara organisasi yang mempunyai peranan SI yang berbeda-beda. Karakteristik perencanaan dan organisasional secara umum sesuai dengan prediksi implisit dalam strategic grid. Karena itu, penelitian ini memberi validasi parsial pada strategic grid sebagai alat untuk mengevaluasi peranan SI di dalam organisasi. Sedangkan karakteristik kinerja perencanaan SI untuk variabel kinerja fungsi SI belum didukung oleh data. Kedua penelitian yang diuraikan di atas merupakan penelitian yang
dilakukan di Amerika. Untuk situasi di Indonesia, penelitian serupa telah dilakukan oleh Hartawan (1996) dengan mendasarkan pada penelitian yang dilakukan Premkumar dan King (1992). Kuesioner yang digunakannya untuk pengumpulan data penelitian merupakan kuesioner yang dikembangkan oleh Premkumar dan King (1992) dan menganalisis sebanyak tiga puluh sembilan sampel. Alat analisis yang digunakan adalah uji-t dan chi-square untuk mengevaluasi beda rata-rata organisasi dari tiga karakteristik sistem perencanaan SI (perencanaan, organisasional, dan kinerja perencanaan) pada rerangka strategic grid. Hasilnya menunjukkan bahwa karakteristik perencanaan untuk variabel sumber-sumber perencanaan SI tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok strategic/turnaround dengan kelompok support/factory, yang berarti tidak mendukung hasil penelitian Premkumar dan King (1992); sedangkan untuk karakteristik organisasional mendukung penelitian Premkumar dan King (1992) yang menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok strategic/turnaround dengan kelompok support/factory. Karakteristik kinerja untuk semua variabel menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok strategic/turnaround dengan kelompok support/factory.

Advertisements

Perencanaan Sistem Informasi

Posted in Uncategorized at 6:09 am by Andami Fardela Jacob

Perhatian yang semakin meningkat akan dampak stratejik SI terhadap bisnis perusahaan membuat penelitian pada perencanaan SI penting dalam bidang SI (Boynton dan Zmud 1987). Investasi yang besar dalam SI membuat perencanaan SI menjadi masalah kunci bagi manajemen (Niederman et al. 1991). Hal ini menunjukkan bahwa perencanaan SI menjadi hal yang penting dalam organisasi secara keseluruhan jika ingin memperoleh keunggulan kompetitif. Studi empiris mengenai perencanaan SI menunjukkan bahwa perencanaan SI dipengaruhi oleh berbagai faktor (Lederer dan Sethi 1996). Berbagai factor seperti kualitas proses perencanaan, rentang waktu perencanaan, sumber-sumber perencanaan SI, integrasi bisnis-SI, kualitas mekanisme pendukung, keterlibatan manajemen puncak dan pemakai, sumber-sumber SI, efektifitas perencanaan, kinerja fungsi SI, dan kontribusi SI terhadap kinerja organisasional ditemukan mempengaruhi perencanaan SI (Cash et al. 1992, Ein-Dor dan Segev 1978, Goodhue et al. 1988, King 1988, Lederer dan Mendelow 1986, 1987, Lederer dan Sethi 1988, McFarlan et al. 1983, Raghunathan dan Raghunathan 1988, dan Zviran 1990). Premkumar dan King (1992) menggolong-golongkan berbagai factor perencanaan SI tersebut ke dalam tiga karakteristik, yaitu karakteristik perencanaan, karakteristik organisasional, dan karakteristik kinerja. Inti dari perencanaan SI adalah proses perencanaan yang mengevaluasi lingkungan eksternal dan internal SI, mengidentifikasi sistem aplikasi yang baru, dan mengembangkan sekumpulan perencanaan SI stratejik untuk mendukung perencanaan bisnis organisasi. Tujuan utama perencanaan SI adalah untuk menyelaraskan perencanaan SI dengan perencanaan bisnis (Zviran 1990). Namun, Lederer dan Mendelow (1986) menemukan bahwa dalam banyak organisasi perencanaan bisnis stratejik tidak jelas, atau tidak secara jelas didokumentasikan, atau tidak berisi informasi yang relevan yang dapat digunakan dalam perencanaan SI. Karena itu, organisasi dalam merencanakan SI sering menggunakan berbagai mekanisme pendukung, seperti partisipasi manajer SI dalam perencanaan bisnis stratejik perusahaan untuk mengintegrasikan kedua sistem perencanaan tersebut (Lederer dan Mendelow 1987). Keterlibatan manajemen puncak dan pemakai juga merupakan fasilitator yang penting dalam perencanaan SI (Lederer dan Mendelow 1987). Kecukupan sumber-sumber perencanaan merupakan fokus perhatian dalam karakteristik perencanaan SI. Lederer dan Sethi (1988) menemukan bahwa ketersediaan sumber-sumber perencanaan menjadi masalah yang serius dalam perencanaan SI. Goodhue et al. (1988) menemukan bahwa pengalokasian sumber-sumber yang tersedia untuk implementasi perencanaan juga merupakan masalah yang signifikan yang mempengaruhi efektivitas sistem perencanaan. Investasi yang besar dalam SI dan penggunaan SI sebagai sumber daya stratejik membawa dimensi kinerja ke dalam karakteristik perencanaan SI (Clemons dan Weber 1990, dan Weill dan Olson 1989). Pengukuran kinerja menjadi subjek penelitian yang dipertimbangkan dalam perencanaan SI stratejik (Weill dan Olson 1989). Untuk membuktikan keandalan perencanaan, maka perlu untuk mengukur efektifitas perencanaan dan dampaknya terhadap organisasi (King 1988). Namun, hanya sedikit penelitian yang mengevaluasi hubungan investasi TI dengan kinerja organisasional (pertumbuhan penjualan, return on assets, dll) yang hasilnya memuaskan (Weill dan Olson 1989, Floyd dan Wooldridge 1990). Peneliti lebih berhasil menggunakan pengukuran perseptual dari penyelesaian perencanaan sebagai pengukuran efektifitas perencanaan (Raghunathan dan Raghunathan 1991).

Peranan Sistem Informasi

Posted in Uncategorized at 6:03 am by Andami Fardela Jacob

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, secara intensif telah didiskusikan dalam literatur-literatur SI (McFarlan et al. 1983, Nolan 1979) bahwa SI mempunyai peranan yang berbeda-beda di antara organisasi. Nolan (1979)mengemukakan bahwa fungsi SI mengalami enam langkah pertumbuhan dandalam setiap langkah tersebut organisasi menggunakan SI dengan cara yangberbeda-beda. Demikian pula halnya dengan McFarlan et al. (1983) menemukan bahwa dalam beberapa organisasi SI berperan di daerah stratejik, sementara organisasi lainnya SI berperan sebagai efisiensi biaya. Berdasarkan penemuan ini, McFarlan et al. (1983) mengembangkan strategic grid sebagai peranan SI dalam suatu organisasi dengan membagi organisasi dalam dua dimensi, yaitu dampak stratejik SI pada operasi saat ini dan dampak stratejik SI pada operasi masa yang akan datang

Dalam rerangka strategic grid, organisasi diklasifikasikan ke dalam empat lingkungan SI, yaitu strategic, turnaround, factory, dan support. Organisasi dalam kelompok strategic, sangat bergantung pada kelancaran fungsi SI untuk operasi sehari-hari dan juga penting bagi kesuksesan organisasi dalam bersaing. Organisasi dalam kelompok turnaround, kurang bergantung pada dukungan SI untuk operasi perusahaan saat ini, tetapi SI dikembangkan untuk kepentingan tujuan strategis jangka panjang. Organisasi dalam kelompok factory, sangat bergantung pada fungsi SI untuk operasi sehari-hari, tetapi pengembangan aplikasi untuk masa yang akan datang kurang menjadi pertimbangan utama. Organisasi dalam kelompok support, kurang bergantung terhadap SI untuk operasi saat ini dan juga untuk operasi masa yang akan datang.

3 January 2010

Windows 7 (review)

Posted in Uncategorized at 4:16 pm by Andami Fardela Jacob

I want try to make this article in English.

Windows 7 is the latest public release version of Microsoft Windows, a series of operating systems produced by Microsoft for use on Personal Computers, including home and business Desktops, Laptops, Netbooks, Tablet PCs, and Media Center PCs. Windows 7 is released to manufacturing on July 22, 2009, and reached general retail availability on October 22, 2009, less than three years after the release of its predecessor, Windows Vista. Windows 7’s server counterpart, Windows Server 2008 R2, was released at the same time.

Unlike it’s predecessor, which introduced the large number of new features, Windows 7 was intended to be a more focused, incremental upgrade to the Windows line, with the goal of being fully compatible with applications and hardware with which Windows Vista is already compatible. Presentations given by Microsoft in 2008 focused on multi-touch support, a redesign Windows Shell with a new taskbar, referred to as the Superbar, a home networking system called HomeGroup, and Performance improvements. Some application that have been included with prior releases of Microsoft Windows, including Windows Calendar, Windows Mail, Windows Movie  Maker, and Windows Photo Gallery, are not included in Windows 7 most are instead offered separately as part of the free Windows Live Essentials Suite.

Originally, a version of Windows Codename Blackcomb was planned as the successor to Windows XP (codename Whistler) and Windows Server 2003. Major features were planned for Blackcomb, including an emphases and searching on querying data and an advanced storage system named WinFS to enable such scenarios. However, an interim, minor release, codenamed “Longhorn” was announced for 2003, delaying the development of Blackcomb. By the middle of 2003, however, Longhorn had acquired some of the features originally intended for Blackcomb. After three major viruses exploited flaws in Windows operating system within a short time period in 2003. Microsoft changed it’s development priorities, putting some of Longhorn’s major development work on hold while developing new service packs for Windows XP and Windows Server 2003. Development of Longhorn (Windows Vista) was also restarted, and thus delayed in August 2004. A number of features were cut from Longhorn.

Blackcomb was renamed Vienna in early 2006, and again to Windows 7 in 2007. In 2008, it was announced that Windows 7 would also be the official of the operating system. There has been some confusion over naming the product Windows 7, while versioning it as 6.1 to indicate its similar build to Vista and increase compatibility with applications that only check major version numbers, similar toWindows 2000 and Windows XP both having 5.x version numbers.

The first external release to select Microsoft Partners came in January 2008 with Milestone 1, build 6.519. At PDC 2008, Microsoft demonstrated Windows 7 with its reworked taskbar. Copies of Windows 7 build 6.801 were distributed at the end of the conference. However, the demonstrated taskbar was disabled in this build.

On December 27, 2008 Windows 7 Beta was leaked into the internet via BitTorrent. According to a performance test by ZDnet, Windows 7 Beta beat both Windows XP and Vista in several key areas, including boot and shutdown time and working with files, such as loading documents. Other areas did not beat XP, including PC Pro benchmarks for typical office activities and video editing, which remain identical to Vista and slower than XP.  On January 7, 2009 the 64-Bit version of the Windows 7 Beta (Build 7000) was leaked into the web, with some torrents being infected with a trojan. At CES 2009, Microsoft CEO Steve Ballmer announced the Windows 7 Beta, Build 7000 has been made available for download to MSDN and TechNet subscribers in the format of an ISO image. The Beta was to be publicly released January 9, 2009, and Microsoft innitially planned for the download to be made available to 2.5 million people on this date. However, access to the download was delayed because of high traffic. The download limited was also extended, initially until January 2004, then again to February 10. People who did not complete downloading the Beta had two extra days to complete the download. After February 12, unfinished downloads become unable to complete. Users could still obtain product keys from Microsoft  to activate their copies of Windows 7 Beta which expired on August 1, 2009. The release candidate, build 7100, has been available for MSDN and TechNet subscribers and connect program participants since April 30 and became available to the General public on May 5, 2009. It has also been leaked into the Internet via BitTorrent. Microsoft released Windows 7 to MSDN and TechNet subscribers on August 6, 2009. Microsoft announced that Windows 7 along with Windows Server 2008 R2 were released to manufacturing on July 22, 2009..

Pengaruh PC (Personal Computer) bagi Manusia

Posted in Uncategorized at 2:29 pm by Andami Fardela Jacob

Di artikel ini, Saya akan menjelaskan beberapa dampak positif dan negative dari pengaruh PC bagi manusia.


  1. Dampak Positif

Pada era globalisasi seperti sekarang ini kemajuan teknologi sangat berkembang pesat dan membantu manusia untuk berinteraksi satu sama lain tanpa dibatasi oleh jarak dan waktu. Kemudahan yang diberikan oleh teknologi tersebut mencakup banyak hal serta merambah berbagai aspek kehidupan, mulai dari bisnis hingga pendidikan. Pada prinsipnya teknologi ini berkembang untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia agar dalam kehidupannya dapat lebih mudah berkomunikasi ataupun melakukan sesuatu. Sebagai contoh adalah computer.

Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut prosedur yang telah dirumuskan. Kata computer semula dipergunakan untuk menggambarkan orang yang perkerjaannya melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa alat bantu, tetapi arti kata ini kemudian dipindahkan kepada mesin itu sendiri. Asal mulanya, pengolahan informasi hampir eksklusif berhubungan dengan masalah aritmatika, tetapi komputer modern dipakai untuk banyak tugas yang tidak berhubungan dengan matematika. Komputer juga saat ini digunakan untuk berbagai aplikasi khusus yang dibangun untuk keperluan analisa data perusahaan, penelitian, produksi dan masih banyak kegunaan lain yang mungkin sangat sulit bagi kita untuk menyebutkan satu persatu. Kemungkinan pengembangannya bisa dikatakan hampir tak terbatas. Terdapat berbagai dampak, baik dari segi positif maupun negative.

Dampak positivenya yaitu :

  • Sebagai teknologi komunikasi

Komputer memiliki tiga karakteristik sebagai teknologi kmunikasi yakni interactivy, demassified, dan asynchronous. Interactivy terlihat dari adanya hubungan komunikasi antara pengguna dengan komputer, sebagai alatnya. Interaksi terjadi saat si pengguna mendapat peringatan atau tanda perintah yang muncul dari layar komputer. Pengguna komputer dilakukan secara individu. Pengguna berhak mengoperasikan fasilitas yang terdapat dalam komputer.

  • Sebagai sarana hiburan

Karena terdapat banyak aplikasi hiburan yang bisa kita install sehingga hal itu dapat membantu kita untuk melepaskan rasa penat dan stress karena tugas yang menumpuk.

  • Sebagai sarana edukasi

Para peneliti telah menemukan bahwa ada berbagai cara siswa mudah memproses informasi. Sebagian mudah memproses informasi visual, sebagian lain lebih merasa senang atau lebih mudah bila ada suara, dan sebagian lain akan mudah memahami jika menggunakan informasi tertulis. Komputer adalah salah satu media yang dapat mentranformasi berbagai simbol dalam informasi dari bentuk yang satu ke bentuk lainnya. Siswa dapat mengetik teks, dan komputer yang canggih dapat mentranformasikannya ke dalam bentuk lain, misalnya gambar bahkan suara. Komputer dapat mentransformasikan angka-angka ke dalam bentuk grafik atau kurva.

Dampak negativenya yaitu :

  • Radiasi monitor

Mata adalah organ tubuh yang paling mudah mengalami penyakit akibat kerja, karena terlalu sering memfokuskan bola mata ke layar monitor. Tampilan layar monitor yang terlalu terang dengan warna yang panas seperti warna merah, kuning, ungu, oranye akan lebih mempercepat kelelahan pada mata. Selain dari itu, pantulan cahaya (silau) pada layar monitor yang berasal dari sumber lain seperti jendela, lampu penerangan dan lain sebagainya, akan menambah beban mata. Pencahayaan ruangan kerja juga berpengaruh pada beban mata. (1,3)Pemakaian layar monitor yang tidak ergonomis dapat menyebabkan keluhan pada mata. Berdasarkan hasil penelitian, 77 % para pemakai layar monitor akan mengalami keluhan pada mata, mulai dari rasa pegal dan nyeri pada mata, mata merah, mata berair, sampai pada iritasi mata bahkan kemungkinan katarak mata.

  • Terganggunya saraf

Printer yang menggunakan sistim buble jet kebisingannya relatif lebih rendah bila dibandingkan dengan printer sistim dot matrix. Saat ini printer yang paling rendah kebisingannya adalah sistim laser printer. Kebisingan yang tinggi dapat mempengaruhi syaraf manusia dan hal ini dapat berakibat pada kelelahan maupun rasa nyeri. Adapun batas kebisingan yang diizinkan untuk bekerja selama kurang dari 8 jam per hari adalah 80 dB. Sedangkan ruang kerja yang ideal adalah dengan kebisingan sekitar 40 – 50 dB. Apabila di dalam ruang kerja terdapat mesin pendingin (AC), maka kebisingan akan bertambah selain dari suara printer.

  • Repetitive Strain Injury (RSI)

RSI merupakan sebuah terminologi yang mengacu pada beberapa variasi keluhan kerangka otot (musculoskeletal). Ini menyangkut keluhan yang dikenal dengan sakit urat otot. RSI meliputi gangguan lengan atas berkaitan dengan kerja (Work-Related Upper Limb Disorders) dan luka penggunaan berlebihan yang berhubungan dengan kerja (Occupational Overuse Injuries).

Dari wacana diatas kita bias menarik kesimpulan bahwa computer sangat berpengaruh sekali dalam kehidupan kita sehari-hari. Dan perlu diketahui juga walaupun sangat membantu kita dalam kehidupan sehari-hari, computer juga mempunya beberapa dampak negative yang harus diperhatikan. Oleh karena itu, sangat diperlukan kebijaksanaan pengguna computer agar kita bias meraup keuntungan yang sebanyak-banyaknya dari kemajuan teknologi seperti computer.

Best Choices Free Anti Virus

Posted in Uncategorized at 2:04 pm by Andami Fardela Jacob

Musuh abadi bagi para pengguna komputer adalah virus yang menyerang data, program, sistem operasi, hingga dapat merusak hardware sebuah komputer. Keberadaan virus sama tuanya dengan usia komputer itu sendiri. Setiap ada virus, lahir program antivirus, virus tersebut hilang, lalu tumbuh virus-virus lagi, dan penangkal virus pun kembali hadir untuk memerangi virus. Demikian terus sepanjang komputer masih menguasai hajat hidup orang banyak, virus akan terus tumbuh silih berganti bak jamur dimusim hujan.

Berikut ini adalah program-program antivirus gratis yang banyak digunakan dan dianggap mumpuni dalam membasmi virus komputer yang menjengkelkan dan mematikan itu.

Avira AntiVir Personal

Avira Antivir adalah sebuah antivirus yang berasal dari warehouse Avira GmBh, sebuah perusahaan spesialis sistem keamanan komputer yang bermarkas di Jerman. Berbekal pengalaman lebih dari 20 tahun, Avira dikenal sangat kampiun dalam menjinakkan virus pada sistem keamanan komputer.

Avira AntiVir Personal adalah antivirus gratis yang bisa diandalkan dan sangat cepat memindai komputer Anda untuk mematikan gerak virus, trojan, backdoor program, hoax, worm, dialer, dan lain sebagainya. Avira AntiVir adalah salah satu antivirus kecil yang mendapat perhatian dan sering direferensikan jurnal-jurnal komputer.

Satu kelebihan Avira selain daripada kehandalannya ialah Avira bisa bekerja mendeteksi dan menghapus virus tanpa mengurangi kecepatan kinerja komputer. Tidak terlalu banyak mengkonsumsi memory, sehingga bagi para penggila kecepatan tidak perlu pening atas berkurangnya kecepatan akibat memory yang termakan banyak. Selain itu antivirus ini memiliki kecepatan scanning yang tinggi, dibanding antivirus2 besar lainnya, dengan akurasi yang optimal untuk pendeteksian malware atau virus.

Comodo Anti-Virus

Comodo adalah Anti-Virus buatan negeri Paman Sam yang solid dan menawarkan banyak fitur yang tersedia dalam produk komersial, seperti Real-Time perlindungan, pemindaian email, proses pemantauan, worm blocker, dan beberapa fitur lainnya. Comodo Internet Security yang dirancang untuk menjadi yang mengintegrasikan Comodo Antivirus, Comodo Firewall dan Comodo Pertahanan dengan cara berkesinambungan.

Internet Security menggabungkan kekuatan Comodo memenangkan penghargaan AntiVirus Firewall dan perangkat lunak untuk melindungi PC dari perangkat lunak berbahaya serta Hackers. Comodo Internet Security akan membantu mendeteksi dan menghilangkan virus, Trojan, dan perangkat lunak berbahaya lainnya, serta menjaga mereka dari komputer Anda.

Smadav Antivirus

Selain Eropa dan Amerika Serikat, Indonesia punya peran penting dalam membasmi virus komputer dengan produknya Smadav Antivirus. Smadav adalah Antivirus karya anak bangsa yang memfokuskan proteksi dan pembersihan tuntas pada virus-virus yang menyebarluas di Indonesia sehingga menjadi lebih baik dari Antivirus Impor.

Smadav lebih bagus dari antivirus impor manapun khusus untuk proteksi dan pembersihan virus yang menyebarluas di Indonesia karena pengembangan Smadav hanya terfokus dan terspesialisasi untuk di Indonesia saja, sedangkan antivirus impor bisa dikatakan kurang cocok untuk pengguna Indonesia karena pengembangannya untuk pembersihan virus luar negeri dan tidak fokus untuk Indonesia. Saat ini Smadav 2009 sudah mengenali lebih dari 90% virus yang menyebarluas di Indonesia.

AVG Antivirus 9.0

Menurut saya, diantara antivirus gratis yang banyak bertebaran di internet saat ini, AVG Antivirus adalah salah satu yang terbaik. Di versi 9.0, ada beberapa komponen AVG Free Antivirus yang diupdate, diantaranya antispyware, antivirus dan email scannernya

Keunggulan antivirus gratis terbukti dengan dimenangkannya beberapa award. Dan juga dilihat dari penggunanya yang sudah mencapai 80 juta pengguna lebih.