24 April 2010

Jangan Cabut Uban

Posted in Uncategorized at 2:34 am by Andami Fardela Jacob

Bismillaah,

Sering kadang kita kalau ngelihat beberapa uban udah pada mulai menghiasi kepala kita, kita jadi agak risih, apalagi tempatnya yang didepan, bisa kita lihat kalau kita lagi ngaca,… gemes,… pingin nyabut,….
Apalagi ngelihat umur masih terhitung muda, kok udah beruban, jadi risih melihatnya,… seperti merasa udah tua jadinya,…
Mending kalau ketahuan orang bahwa kita itu seorang doktor atau professor,… yang terkenal kalau punya uban, justru ketahuan bahwa dia orang pinter,…
Lha ini, orang melihat kita, orang biasa saja,…. nggak punya title,… kok beruban,…..
Jadi daripada malu, takut kelihatan tua, ya,.. cabut aja,…..

Eeeiiitt,… tunggu dulu,…. jangan main cabut!!!
ternyata,… uban itu membawa barokah lho,….

Dan mencabut uban hukumnya justru makruh (dibenci). Demikian pula mengubah warnanya (menyemir) dengan warna hitam hukumnya makruh.

Adapun dalil larangan mencabut uban adalah sebuah hadits dari Amru bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

„Artinya : Janganlah kalian mencabut uban karena uban itu cahaya seorang muslim.

Tidaklah seorang muslim tumbuh ubannya karena (memikirkan) Islam melainkan Allah tulis untuknya (dengan sebab uban tersebut) satu kebaikan, mengangkatnya (dengan sebab uban tersebut) satu derajat, dan menghapus darinya (dengan sebab uban tersebut) satu kesalahan.

[Ahmad II/179, 210 dan ini lafalnya, Abu Dawud No.4202]

Begitu pula hadits dari Ka’ab bin Murrah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

„Artinya : Barangsiapa yang tumbuh ubannya karena (memikirkan) Islam,maka pada hari kiamat nanti dia akan mendapatkan cahaya.

[Tirmidzi No. 1634 dan ini lafalnya-, dan Nasa’i 3144 dengan tambahan lafal ‘fii sabilillah’]

Adapun dalil kemakruhan mengubah warna uban dengan warna hitam adalah berdasarkan hadits dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, „Pada hari ditaklukannya kota Mekkah, Abu Quhafah (ayah Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu ‘anhu) dibawa menghadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang rambut kepalanya putih seperti kapas, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

„Artinya : Bawalah dia ke salah seorang isterinya agar mengubah warna rambutnya dengan sesuatu (bahan pewarna) dan jauhilah warna hitam. [Hadits Riwayat Jama’ah kecuali Bukhari dan Tirmidzi] [1]

Abu Dawud No. 4212 dan Nasa’i No. 5075 telah meriwayatkan sebuah hadits dan Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulllah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda.

„Artinya : Pada akhir zaman nanti akan ada suatu kaum yang menyemir dengan warna hitam seperti arang. Mereka ini tidak akan mencium bau harumnya surga.

Anehnya justru dulu waktu saya masih kecil, dikampung tempat saya tinggal, malah saya sering melihat orang2 yang punya uban, menyemirnya dengan warna hitam. Bahkan toko2 hanya menjual pewarna hitam saja.

Kelihatannya sepele, tapi Masya Allah, hanya karena menyemirnya dengan warna hitam saja udah diancam tidak akan mencium bau harumnya surga. Tapi anehnya tak banyak orang yang mengetahui ini, dan kulihat masih banyak orang menyemir rambutnya dengan warna hitam.

Adapun mengubah (menyemir) rambut dengan inai dan katam maka hukumnya sunnah, dan tidak (memyemir) dengan tumbuhan waros dan za’faron [Sejenis tumbuhan yang menghasilkan waran kemerahan atau kekuningan].

Hal ini berdasarkan hadits dari Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

„Artinya : Sesungguhnya sebaik-baik bahan untuk mengubah (menyemir)uban ini adalah inai dan katam.

[Ahmad V/147, 150, 154, 156, 169. Tirmidzi No. 1752.

Abu Dawud No. 4205, Nasa’i No. 5062. Ibnu Majah No. 3622]

Dan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, ‘Pernah ada seorang laki-laki melewati Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang rambut ubannya disemir dengan inai, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

„Artinya : Betapa bagusnya ini. .

Ibnu Abbas berkata, kemudian laki-laki lain lewat sedang rambut ubannya disemir dengan inai dan katam, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

„Artinya : Ini lebih baik dari yang tadi. .

Kemudian laki-laki lain lewat sedang rambut ubannya disemir dengan warna kuning, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

„Artinya : Ini adalah yang terbaik dari semuanya.

[Abu Dawud No. 4211, diriwayatkan juga oleh Ibnu Majah No. 3627]

Sooo,.. temans,… jadi mulai sekarang kalau punya uban jangan dicabut ya,….
biarkan saja atau semir dengan inai atau katam, (Sejenis tumbuhan yang menghasilkan waran kemerah-merahan atau kekuning-kuningan, semacam pacar)

Maraji: kitab Al-As’ilah wa Ajwibah Al-Fiqhiyyah Al-Maqrunah bi Al-Adillah Asy-Syar’iyyah jilid I,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: