8 May 2010

mengenal Kereta ‘Shinkansen’ – Kereta Listrik Super Cepat

Posted in Uncategorized at 1:15 am by Andami Fardela Jacob

Shinkansen (新幹線, juga sering dipanggil kereta peluru) adalah jalur kereta api cepat Jepang. Shinkansen merupakan sarana utama untuk angkutan antar kota di Jepang, selain pesawat terbang. Kecepatan tertingginya bisa mencapai 300 km/jam. Nama Shinkansen sering digunakan oleh orang-orang di luar Jepang untuk merujuk kepada kereta apinya, namun kata ini dalam bahasa Jepang sebenarnya merujuk kepada nama jalur kereta api tersebut yaitu : Jalur (sen) Cepat (kan) Baru (shin).

Shinkansen merupakan jaringan kereta listrik cepat di Jepang yang dioperasikan oleh empat group perusahaan Perkereta-apian Jepang. Sejak pertama kali dioperasikan pada tahun 1964 dengan kecepatan 210 km/jam dengan jaringan lintasan rel sepanjang 2,459 km, yang menghubungkan kota-kota di pulau Honshu dan Kyushu, telah menjadi sarana anggkutan cepat, handal, nyaman dan aman di Jepang

Dalam perkembangannya Shinkansen saat ini dapat melaju dengan kecepatan 300 km/jam dan dalam beberapa uji coba shinkansen mampu melaju 443 km/jam pada rel konvensional.

Pada tahun 2003 Shinkansen mencatat rekor dunia kereta tecepat dengan kecepatan 581 km/jam pada lintasan rel maglev (Magnetic levitation) yaitu lintasan rel magnet.

Sejarah

Shinkansen dibuka pada 1 Oktober1964 untuk menyambut Olimpiade Tokyo. Jalur ini langsung sukses, melayani 100 juta penumpang kurang dari 3 tahun sejak dibuka pada tanggal 13 Juli1967, dan melayani satu milyar penumpang pada 1976.

Pada mulanya Shinkanshen dari Tokyo ke Shin-Osaka(515,4km) memakan waktu kira-kira 4 jam. Pada 1992, Shinkanshen model baru ‘Nazomi’ yang dapat menghasilkan kecepatan 270 km/j telah menghasilkan perjalanan yang singkat.

Rancangan penggunaan landasan kereta api linear motor car pada abad ke-21 yang akan datang ini diharapkan akan menambah kecepatan Shinkanshen.

Keamanan

Tidak ada daftar kecelakaan yang berakibat fatal dalam pengoperasian Shinkansen sejak sekitar 40 tahun yang lalu. Namun ada beberapa orang terluka dan satu kefatalan dikarenakan pintu yang menjepit penumpang atau barang mereka. Selain itu ada beberapa percobaan bunuh diri oleh penumpang. Karena itu beberapa stasiun telah memasang pagar pelindung. Meskipun begitu tetap saja ada percobaan bunuh diri oleh penumpang yang memanjat pagar pengaman tersebut.

Untuk menghadapi gempa bumi kereta ini dilengkapi dengan sistem pendeteksian yang akan memberhentikan kereta bila gempa bumi terdeteksi. Pada gempa bumi Chuetsu di Oktober 2004 sebuah Shinkansen yang dekat dengan pusat gempa lepas dari relnya, namun tidak ada penumpang yang terluka. Kereta generasi berikutnya, FASTECH 360 akan memiliki sayap rem penahan angin untuk membantu proses pemberhentian mendadak bila gempa bumi terdeteksi.

Ketepatan waktu

Pada 2003, JR Central melaporkan jadwal waktu rata-rata Shinkansen tepat dalam 0,1 menit atau 6 detik dari waktu yang telah dijadwalkan. Ini termasuk seluruh kesalahan alami dan manusia dan dihitung dari seluruh 160.000 perjalanan yang dijalani oleh Shinkansen. Rekor sebelumnya dari 1997 dan tercatat 0,3 menit atau 18 detik.

Teknologi Shinkansen di Luar Jepang

Taiwan: High Speed Rail Taiwan mengoperasikan seri 700T S buatan Kawasaki Heavy Industries.
China telah mengoperasikan sekitar 60 gerbong/kereta dengan kecepatan 200 km/jam, tipe E2-1000 Series dibuat oleh konsorsium Kawasaki Heavy Industries, Mitsubishi Electric Corporation, dan Hitachi,
Inggris: menggunakan tipe Class 395 EMUs
Brasil: merencanakan menggunakan kereta model shinkansen, dan saat ini dalam tahap studi kelayakan.


Shinkansen seri E5


Shinkansen Seri 200~E4


Shinkansen Seri 0~N700


JR Maglev MLX01


Daftar jalur Shinkansen

Jalur utama adalah:
Tokaido Shinkansen (Tokyo-Shin-Osaka)
Sanyo Shinkansen (Shin-Osaka-Hakata)
Tohoku Shinkansen (Tokyo-Hachinohe)
Joetsu Shinkansen (Omiya-Niigata)
Hokuriku Shinkansen atau Nagano Shinkansen (Takasaki-Nagano)
Kyushu Shinkansen (Shin-Yatsushiro-Kagoshima-Chuo)
Dua jalur lebih jauh, dikenal sebagai Mini-Shinkansen (ミニ新幹線), juga beroperasi dengan meningkatkan jalur yang telah ada:
Yamagata Shinkansen (Fukushima-Shinjo)
Akita Shinkansen (Morioka-Akita)
Ada dua sepur standar (standard gauge) yang secara teknis tidak diklasifikasikan sebagai jalur Shinkansen namun dengan pelayanan Shinkansen:
Jalur Hakata Minami (Hakata-Hakata-Minami)
Jalur Gala-Yuzawa – secara teknis merupakan cabang dari Jalur Joetsu – (Echigo-Yuzawa-Gala-Yuzawa)

Jalur berikut masih dalam pengembangan:
perpanjangan Tohoku Shinkansen (dalam konstruksi, Hachinohe-Shin-Aomori)
perpanjangan Hokuriku Shinkansen (dalam konstruksi, Nagano-Kanazawa) (dalam pengembangan, Kanazawa-Osaka)
perpanjangan Kyushu Shinkansen (dalam konstruksi, Hakata-Shin-Yatsushiro) (dalam pengembangan, Shin-Tosu-Nagasaki)
Hokkaido Shinkansen (dalam konstruksi, Shin-Aomori-Shin-Hakodate) (dalam pengembangan, Shin-Hakodate-Sapporo
Chuo Shinkansen (maglev, dalam pengembangan, Tokyo-Osaka)

Kebanyakan jalur Shinkansen yang diusulkan pada saat masa-masa keemasan pada awal tahun 1970-an telah ditunda hingga waktu yang tidak diketahui pasti. Ini termasuk hubungan ke Shikoku oleh proyek jembatan Honshu-Shikoku, sebuah hubungan dari Shinjuku ke Omiya, dan rute yang mencakup seluruh pesisir Laut Jepang Honshu. Namun, hanya jalur Shinkansen Narita yang disingkirkan dari rencana secara resmi.

Kapan Indonesia?
By: Kenya Yuki

Membaca sekilas tentang Shinkansen di Jepang tentu kita terbayang kondisi perkereta-apian di Indonesia saat ini, kecepatan Argo Bromo atau Argo muria yang rata-rata 90 km/jam sehingga jarak Jakarta-Semarang ditempuh dalam waktu 6 jam, dengan tingkat kenyamanan yang pas-pasan kita bertanya-tanya kapan Indonesia ada sarana angkutan masal seperti Shinkansen?

Dalam andai-andai saya membayangkan alangkah nikmatnya naik kereta Jakarta-Semarang hanya 2 Jam, sudah pasti saya akan memilih kereta dari pada Pesawat yang butuh waktu 4 jam hanya untuk terbang selama 1 jam ke semarang.

Pengalaman saya naik shinkansen dari tokyo ke Kobe sungguh luar biasa, saya membayangkan akan terguncang-guncang dan terkantuk-kantuk selama perjalanan hilang sama sekali ketika memasuki kabin kereta yang nyaman sekelas pesawat Boeing 737 ER 900. Kereta berangkat telat 5 detik dari jadwal keberangkatan tentu ini bukan kesalahan teknis atau kesalahan manajemen tetapi benar-benar jam saya yang detiknya terlalu cepat.

Setelah kereta melaju wuih… hanya beberapa menit kecepatan telah mencapai 270 km/jam, ini bisa saya lihat pada panel monitor yang tersedia di setiap gerbong, guncangan hampir tidak terasa kopi panas yang saya letakkan di tatakan kursi hanya bergoyang-goyang kecil.

Sepanjang perjalanan saya dapat memandang jauh Gunung Fuji yang menjulang dengan bentuk kerucut dan hamparan sawah dan ladang hijau, ditepian rel sama sekali tidak tampak rumah-rumah atau perkampungan, oh .. rupanya rel shinkansen dibuat khusus sehingga ada jarak antara rel dan perumahan dan sudah pasti tidak ada perlintasan atau palang kereta sepanjang jalur shinkansen. Tidak terasa waktu terlewat jarak Tokyo Kobe yang 589.5km hanya ditempuh dalam waktu sekitar 2 jam 50 Menit. Lagi-lagi saya teringat kampung saya di Semarang…. ?

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4054588

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: