27 May 2010

Wow, Virus Komputer Menyerang Manusia

Posted in Uncategorized at 10:59 am by Andami Fardela Jacob

Percayakah Anda bahwa virus komputer juga bisa menyerang manusia? Ketika pertama kali mendengar, hal tersebut mungkin mustahil karena keduanya beda sekali secara fisik. Virus komputer hanyalah kode-kode digital buatan manusia, sementara virus penyakit bersifat organik.

Namun, serangan virus komputer ke tubuh manusia mungkin saja terjadi saat perangkat berbasis komputer menyatu dengan tubuh manusia. Misalnya, virus menyerang lengan robotik, jantung buatan, atau organ implan yang sengaja ditanam ke dalam tubuh untuk berbagai keperluan di masa depan.

Untuk mengantisipasi serangan semacam itu, Dr Mark Gasson, seorang pakar cybernetika di University of Reading, Inggris, pun melakukan uji coba. Ia membuat virus komputer dan menginfeksinya ke dalam cip radio frequency of identification (RFID) yang ditanam di bawah permukaan kulit lengannya. Percobaan ini dirancang untuk mendemonstrasikan model penyebaran virus terhadap peralatan implan yang dipakai manusia.

Peralatan berbasis RFID yang ditanam ke tubuh Gasson adalah semacam komputer mini yang memancarkan sinyal. Melalui perangkat itu, Gasson bisa mengakses sistem keamanan untuk masuk ke ruangan-ruangan laboratorium atau mengaktifkan ponselnya. Fungsinya tak beda dengan kartu akses pada umumnya.

Saat Gasson masuk ke laboratorium, komputer yang mengatur akses ke ruangan tersebut akan membaca perangkat implannya. Itulah pintu masuk buat virus yang telah ditanamkan untuk menginfeksi komputer laboratorium. Saat koleganya juga masuk ke laboratorium, virus tersebut pun menular ke perangkat RFID orang tersebut.

Percobaan ini memperlihatkan bagaimana virus komputer dapat menular secara nirkabel antarmanusia saat ada sarana komunikasi di antara keduanya. Suatu ketika, orang yang jahat bisa saja membuat virus untuk menembus sistem keamanan daerah terlarang seperti server database universitas atau perusahaan melalui pola tersebut.

Dalam percobaan ini, pengguna implan RFID mungkin tak akan terganggu kesehatannya saat virus komputer menginfeksi perangkat di tubuhnya itu. Namun, bagaimana kalau virus tersebut menyerang implan di alat vital, misalnya alat bantu pendengaran atau jantung buatan?

sumber : kompas.com

Advertisements

Herbal, Warisan Sehat sejak Lampau

Posted in Uncategorized at 10:54 am by Andami Fardela Jacob

Meski menjadi salah satu “gudang” herbal dunia, nyatanya di Indonesia obat tradisional belum dipandang sejajar dengan obat modern. Selain itu, belum banyak dokter yang membuka praktik pengobatan herbal. Obat tradisional juga belum diintegrasikan dengan pelayanan kesehatan nasional.

Menurut Dr Amarullah H Siregar, saat ini masyarakat masih memiliki paradigma berobat. “Setiap ada keluhan langsung diobati, namun akar masalahnya tidak dicari. Paradigma kita seharusnya diubah, bukan berobat tapi minta disembuhkan,” paparnya dalam seminar “Sehat dengan Herbal” yang diadakan oleh Deltomed, di Jakarta, Rabu (19/5/2010).

Ia menambahkan, obat-obatan modern lebih banyak bertujuan untuk mengobati gejala penyakitnya, tetapi tidak menyembuhkan sumbernya. Berbeda halnya dengan pengobatan herbal yang memiliki pendekatan holistik antara tubuh, pikiran, dan jiwa.

“Tubuh kita sebenarnya terbangun oleh kesatuan sistem. Semua saling berhubungan. Sehingga jika ada satu bagian yang sakit, sisi yang sehat harusnya diberdayakan,” kata dokter yang menekuni pengobatan herbal (naturopati) ini.

Konsep yang diterapkan dalam ilmu naturopati adalah perawatan medis untuk memberdayakan fungsi alami tubuh dalam pengobatan, pencegahan, dan meningkatkan taraf kesehatan. Metode yang digunakan bersifat alami dan non-invasif atau tanpa operasi, tanpa obat kimia sintetis, berorientasi kepada pasien, dan ramah lingkungan.

Pengobatan tradisional, menurut Amarullah, memang harus dikonsumsi jangka panjang dan tidak memberi efek seketika seperti obat modern. Meski demikian, ia mengatakan bahwa efek penyembuhannya tetap sama.

“Ambil contoh meniran (Phyllanthus urinaria) yang punya efek seperti antibiotik. Ia tidak langsung membunuh kuman, namun mengaktifkan kelenjar timur yang menghasilkan sel-T yang merupakan pembunuh alami kuman,” kata dokter yang memiliki klinik di kawasan Ragunan Jakarta ini.

Kendati demikian, obat herbal hendaknya tidak dikonsumsi secara sembarangan, apalagi bila dicampur dengan obat kimia. Konsumen juga sebaiknya memerhatikan cara pemasakan hingga cara mengonsumsinya.

sumber : kompas.com

Ekstrak Daun Bambu Sehatkan Jantung

Posted in Uncategorized at 10:49 am by Andami Fardela Jacob

Masih banyak orang yang belum tahu, daun bambu termasuk herba potensial. Kandungan flavonoidnya cukup tinggi. Di Cina, ekstrak daun ini dimanfaatkan untuk melindungi jantung.

Selama ini, bagian tanaman bambu yang disering dimanfaatkan adalah batangnya. Daun dan bagian lainnya cuma jadi limbah. Berbeda dengan yang berlaku di Cina. Di Negeri Tirai Bambu, daun bambu justru memiliki sejarah pengobatan dan pangan yang panjang.

Manfaat daun bambu pertama kali diungkap dalam kitab Ming Yi Bie Lu (Catatan Dokter Ternama), yakni untuk meluruhkan dahak serta meredakan batuk dan susah napas. Khasiat lain di antaranya adalah menetralkan racun dalam tubuh.

Kamus Besar Herbal Cina juga menuliskan bahwa daun bambu berfungsi mengeluarkan panas, ampuh mengembalikan cairan, dan bersifat diuretik (melancarkan air seni). Tahun 1998, daun bambu dikategorikan oleh Badan Kesehatan Cina dalam daftar herbal alami untuk obat dan pangan.

Sejuk dan Harum
Jenis tanaman bernama Latin Phyllostachys nigra ini tumbuh di daerah Sungai Yangtze, tepatnya di Cina bagian selatan. Pakar kedokteran Cina kuno mendeskripsikan fungsi obat dan pangan daun bambu dalam kitab Yao Pin Hua Yi atau kitab penggalian arti herbal-herbal, yakni bersifat sejuk, harum, dapat masuk ke meridian jantung, rasanya pahit dan sejuk, chi-nya juga sejuk.

Penelitian menunjukkan, daun bambu mengandung banyak zat aktif, yakni flavonoid, polisakarida, klorofil, asam amino, vitamin, mikroelemen, dan sebagainya, sehingga baik untuk menurunkan lemak darah dan kolesterol. Juga bisa menurunkan oksidasi antioksidan atau radikal bebas, sebagai bahan antipenuaan, serta mampu menjaga stamina dan mencegah penyakit kardiovaskular.

Muliadi Lim OMD-oriental medical doctor dari Shanghai TC University mengungkapkan, kandungan flavonoid daun bambu memiliki efek positif pada kemoterapi terhadap sumsum tulang dan imunitas tubuh, bisa memperbaiki aliran mikrovaskular bagi penderita jantung, fungsi trombosit, dan peredaran darah di otot jantung.

Mirip Hemoglobin
Pakar kesehatan dari Jepang meyakini susunan flavonoid daun bambu mirip susunan hemoglobin. Karena itu, daun bambu bisa langsung disuntikkan ke dalam vena dan dapat meningkatkan efisiensinya.

Flavonoid daun bambu juga aman, tak beracun. Uniknya, flavonoid daun bambu merupakan sumber daya domestik flavonoid pertama yang ditemukan di negeri Cina dan telah dipatenkan secara resmi.

Badan Kesehatan di Provinsi Zhe Jiang-Cina, melalui tes toksiologi, melakukan uji oral ekstrak daun bambu pada tikus dengan dosis LD50, yang lebih besar dari 10g/kg berat badan tikus. Hasilnya daun bambu bebas racun.

Benarkah kandungan flavonoid daun bambu mampu menyehatkan jantung? Sebuah penelitian secara khusus dilakukan guna mengungkapkan manfaat flavonoid daun bambu terhadap pembuluh darah dan aliran darah pembuluh koroner.
Variasi penelitian dengan dosis tinggi, menengah, dan rendah, flavonoid daun bambu terbukti dapat memperlancar aliran darah koroner dari jantung Cavia cobaya (sejenis tikus) yang terpisah dengan badannya. Perhitungan terhadap grup dan masing-masing anggota grup mempunyai perbedaan yang signifikan, bertambah seiring dengan besarnya dosis.

Dosis tinggi, menengah, dan rendah flavonoid daun bambu dapat menambah daya kontraksi otot jantung dan perhitungan terhadap grup juga mempunyai perbedaan yang jelas. Efek dari grup dosis kecil (2,5 mg/ml) menerangkan hasil positif bagi fungsi fisiologi normal arteri koroner dan berpotensi mencegah terjadinya gangguan jantung.

Sejak tahun 1998, ahli di Cina telah banyak melakukan penelitian terhadap fungsi flavonoid daun bambu untuk menghambat oksidasi lemak. Contohnya, campuran segelas minuman cokelat dengan 1 persen ekstrak daun bambu secara signifikan meningkatkan antiradikal bebas sekaligus melindungi aktivitas vitamin A dan E.

Di pasar dalam negeri produk ekstrak daun bambu relatif belum banyak. Biasanya dalam bentuk tablet maupun sejenis makanan ringan yang dapat dikonsumsi, layaknya jajanan. Karena dalam bentuk ekstrak, tentu diperlukan sikap hati-hati dalam mengonsumsinya. Cara terbaik untuk mengurangi risiko, perhatikan legalitas produk seperti ada tidaknya sertifikasi dari Badan POM.

Manfaat Bambu dari Zaman ke Zaman
Berbagai kitab herbal, kitab obat klasik, dan farmakop Cina mencatat khasiat bambu dalam menyembuhkan penyakit. Di antaranya:
–    Bie Lu. Daun bambu bersifat dingin, tidak beracun, untuk mengobati rasa panas di dada dan batuk.
–    Sheng Hui Fang. Bubur daun bambu bisa menyembuhkan jantung panas pada anak kecil atau tidak sadarkan diri. Ramuannya: daun bambu 60 g, beras secukupnya, dan 15 g yin chen (wormwood/Artemisiae scopariae) dibuat bubur.
–    Kitab Terapi Herbal. Daun bambu mampu menyembuhkan batuk, haus, dahak, radang tenggorokan, dan menghilangkan rasa panas.
–    Ben Cao Qiu Zhen. Daun bambu bisa menyegarkan hati, menghangatkan limpa, menghilangkan riak dan dahaga, angin jahat, batuk, sesak, muntah darah, stroke ringan, dan lain lain.
–    Yao Pin Hua Yi. Kitab yang dikenal sebagai Kitab Definisi Obat ini mencatat, daun bambu menyegarkan, agak pahit, mampu menetralkan semua chi dingin dan panas.
–    Jing Yue (Kitab Herbal Klasik). Daun bambu, dengan aromanya yang ringan, bisa menetralkan rasa panas, terutama chi di jantung. Merupakan obat yang baik, terutama untuk mengobati dahaga karena hari panas, membersihkan sputum/riak di dada, meredakan rasa dingin dan lemah, batuk, dan asma. Hanya daun bambu yang bisa memasuki kandung empedu dan membawa chi netral ke dalam paru-paru untuk mengeluarkan panas.
–    Ben Jing Feng Yuan. Dalam Kitab Herbal Klasik Shennong ini tertulis daun bambu menyembuhkan salah urat, luka, dan membunuh parasit.
–    Kamus Besar Obat Cina. Daun bambu meredakan rasa cemas dan panas, serta melancarkan buang air kecil.

sumber : kompas.com

25 May 2010

Cintailah Pekerjaan Anda

Posted in Uncategorized at 8:17 am by Andami Fardela Jacob

Maria Bartiromo, seorang presenter dan penulis terkenal, belum lama ini memberikan penjelasan tentang melakukan pekerjaan yang menyenangkan. Ada beberapa aturan yang dapat dipercaya dapat menaikkan tingkat hidup Anda.

1. Jalan Hidup yang Telah Anda Pilih

Maria Bartiromo, mengungkapkan, “Saya memulai karier saya sebagai editor di CNN dan produser untuk segmen bisnis. Saya sangat menyukainya. Selama beberapa tahun, akhirnya saya dipromosikan dan itu membuat saya sangat marah. Saya telanjur jatuh cinta kepada pekerjaan saya. Saya menangis sampai mata saya merah. Kitty Pilgrim, presenter CNN, mendengar saya menangis dan dia memberikan nasihat kepada saya.”

“Anda harus berpikir dengan cermat, seperti apakah Anda lima tahun mendatang? Anda harus mengontrol hidup Anda sendiri, jangan biarkan orang lain mengatur hidup Anda.” Demikian nasihat pertama Pilgrim kepada Bartiromo.

2. Bekerja Keras

Petuah yang umum diberikan setiap orangtua tentang jalan menuju kesuksesan adalah dengan bekerja keras. Banyak orangtua selalu mengajarkan untuk berusaha dan bekerja keras dalam menghadapi hidup ini. Ketika Anda menghadapi suatu masalah atau pusing menghadapi pekerjaan yang menumpuk, cobalah untuk berpikir bagaimana apabila Anda berada di posisi orang yang jauh di bawah Anda. Itu akan membuat Anda tersadar dan bersyukur bahwa Anda memiliki segalanya.

3. Bersiaplah Menghadapi Perubahan

Setiap orang hidup di tengah-tengah perubahan yang pesat. Kesempatan hanya datang sekali. Karena itu Anda harus menunjukkan dan meningkatkan kemampuan yang Anda miliki. Beradaptasi adalah kunci utama dalam menghadapi segala perubahan yang terjadi.

4. Santai Tapi Serius

Sebagai seorang yang perfeksionis mungkin moto itu tidak berlaku bagi Anda. Namun, terkadang banyak orang memerlukannya, tidak baik apabila Anda menanggapi segala sesuatu dengan serius.

Maria bercerita, “Saya adalah orang yang selalu menjaga citra di hadapan orang, saya tidak ingin orang berpikiran buruk tentang saya, namun ketika saya mendapatkan nama panggilan Pencinta Uang, saya malah tertawa bukannya merasa konyol. Saya menyadari bahwa saya juga manusia biasa dan tidak perlu menanggapi itu dengan serius.”(DES/ANS/Cosmopolitan)

sumber : http://gayahidup.liputan6.com/berita/201005/276851/Cintailah.Pekerjaan.Anda

Mandi Sauna di Atas Batu

Posted in Uncategorized at 8:11 am by Andami Fardela Jacob

Bagi penggemar perawatan tubuh atau detoks tubuh, pasti ingin mencoba sauna unik dari Istanbul, Turki. Pasalnya, sauna yang diterapkan benar-benar berbeda dengan sauna kebanyakan yang berinterior kayu pinus yang panas.

Pertama-tama, suhu pasien harus dibuat tinggi hingga 41 derajat celcius. Untuk menaikkan suhu tubuh, pasien diharuskan berbaring di atas batu pualam yang hangat. Tiga puluh menit kemudian, petugas datang untuk menyabuni dan menggosok seluruh tubuh pasien, yang diyakini berkhasiat membuang sel-sel kulit mati. Belum selesai sampai di situ, pasien juga dimanjakan dengan pijatan yang diakhiri dengan mandi busa sabun aroma terapi.

Pihak pengelola pusat Hamam, Cemberlitas, menjanjikan ketenangan dan kesegaran yang maksimal untuk para penngunjung setelah menyambangi tempatnya. Tak hanya itu, interior di sekitar ruang perawatan yang dihiasi arsitektur khas tradisi Hamam yang religius juga bisa membantu menenangkan pikiran yang lelah. Anda yang tertarik memanjakan diri di spa Hamam, silakan menyiapkan dana sedikitnya Rp 360 ribu.

sumber : http://gayahidup.liputan6.com/berita/201005/277044/Mandi.Sauna.di.Atas.Batu

Lenggok-lenggok dengan Limbah Plastik

Posted in Uncategorized at 8:08 am by Andami Fardela Jacob

Ada yang berbeda di Pasuruan, Jawa Timur. Sedikitnya 120 pelajar di kota tersebut mengikuti peragaan busana di Kebun Raya Purwodadi, baru-baru ini. Menariknya, mereka menjadikan limbah plastik sebagai bahan busana yang diperagakan.

Menurut penyelenggara, Edi Susanto, limbah plastik sengaja dipilih untuk mengembangkan wisata lingkungan di Pasuruan. Selama ini, limbah plastik selalu menjadi persoalan lingkungan. Dengan lomba ini, setidaknya ada upaya kreatif untuk membuat limbah plastik jadi lebih bermanfaat. “Biar pelajar lebih mencintai lingkungan dan membuat kreasi dari limbah plastik,” kata Edi.

Limbah plastik yang digunakan dalam lomba ini kebanyakan bekas bungkus makanan dan kebutuhan rumah tangga. Meski bukan model profesional, para pelajar yang mengenakan tak canggung berjalan di atas catwalk ruang terbuka. Mereka juga berlomba memamerkan hasil karyanya, dari busana Suku Dayak hingga baju Kimono asal Jepang. Ada juga juga yang mengenakan busana tokoh kartun.

Peserta Mohammad Robi mengaku sudah lama menyiapkan busananya. Dia memadukan bungkus plastik dengan bahan lain selama dua pekan. Hal senada diungkapkan Mariana, peserta lainnya. Pelajar yang mengenakan pakaian negeri Jepang ini perlu waktu lama untuk memadukan bahan dan warna. “Saya terinspirasi setelah melihat pakaian dari Jepang,” ujar Mariana [baca: Bagaimana Berdandan Ala Harajuku].

sumber : http://gayahidup.liputan6.com/berita/201005/278325/Lenggok.lenggok.dengan.Limbah.Plastik

Membatik di Kain Sepanjang 100 Meter

Posted in Uncategorized at 8:01 am by Andami Fardela Jacob

Membatik di atas kain sudah biasa. Namun akan menjadi luar biasa bila kainnya sepanjang 100 meter, plus dikerjakan seratus pembatik. Inilah yang dilakukan para pembatik di halaman Gedung Olahraga Diponegoro, Sragen, Jawa Tengah, Senin (24/5).

Dalam rangka memperingati hari jadi ke-264 kota tersebut, para pembatik dari berbagai sentra batik bersama-sama unjuk kebolehan. Kegiatan ini menjadi penting lantaran jumlah perajin di Sragen berkurang. Mengusung tema Bumi Sukowato, desain pun dibuat lain dari biasanya. Kekayaan hasil bumi dan budaya Sragen lebih menonjol.

Jika batik sepanjang seratus meter itu sudah jadi, perajin berencana memajangnya pada puncak peringatan Kota Sragen.

Batik Sragen berkembang sekitar dekade 80-an di Kecamatan Plupuh dan Masaran. Letak kedua wilayah tersebut berbatasan dengan Sungai Bengawan Solo sehingga kerap dikenal sebagai batik pinggir kali. Motif batik Sragen berbeda dengan batik lainnya. Biasanya batik Solo, Parang, Kawung, Sidoluhur didominasi motif bernuansa putih dan hitam serta corak bergaya kraton. Sementara, batik Sragen merupakan kombinasi motif baku dan ornamen flora-fauna.

sumber : http://gayahidup.liputan6.com/berita/201005/278469/Membatik.di.Kain.Sepanjang.100.Meter

Next page